Jumat, 19 April 2013

PERKEMBANGAN DEMOPLOT PERKEBUNAN KARET TERPADU PADA KUNJUNGAN 18 APRIL 2013

Pada hari Kamis, tanggal 18 April 2013 tim pendamping dari Universitas Brawijaya dan GARDAMAS MURA yaitu Ali Imron berkunjung ke Demoplot Perkebunan Karet Terpadu di Desa Bingin Jungut Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan tanaman karet dan tanaman lainnya yang ditanam oleh petani binaan di lahan tersebut. 

Pada kunjungan tersebut, diketahui bahwa tanaman karet tumbuh dengan baik. Pertumbuhan karet bervariasi, ada yang mencapai 1 meter dan 0,75 meter. Selain itu, perkembangan tanaman lainnya berupa tanaman semangka yang ditanam sudah mulai terlihat bakal buah dan sudah dilakukan proses perkawinan untuk menghasilkan buah smangka tanpa biji. Kata anggota petani yang menanam semangka tersebut, diperkirakan akan dilakukan panen 20 hari lagi.

Tanaman sayuran yang sudah dipanen adalah pare dan gambas. Hasil panennya tidak sebanyak pada waktu sebelumnya. Hal ini dikarenakan tanaman gambas dan pare banyak yang mati pada saat terkena banjir. Saat ini petani mulai bangkit kembali menanam dengan modal yang masih tersisa. Walaupun tidak sebanyak dahulu, namun para petani bertekat untuk bangkit kembali. Selain itu ada tanaman kacang tanah yang sudah mulai berbunga. 

Aktifitas lain yang ditemui di lahan Demoplot Perkebunan Karet Terpadu yaitu petani yang sedang membersihkan kandang percontohan Sapi Bali. Kondisi kandang selalu dijaga kebersihannya dan sapi-sapi dalam keadaan sehat. 

Salah satu anggota Kelompok Tani Sinar Musi benama Muhtarom saat ini sedang menyiapkan pembuatan sumur bor. Pembuatan sumur bor ini bertujuan untuk persiapan menghadap musim kemarau. Rencananya pembuatan sumur ini dilakukan secara mandiri. Hal yang sudah dilakukan adalah pembelian peralatan berupa pipa besi, pembuatan mata bor dan peralatan pendukung lainnya.

Kegiatan diskusi juga silakukan dengan anggota kelompok tani mengenai pembukuan usaha pertanian yang mereka lakukan. Pada umumnya kegiatan pembukuan sudah dilakukan oleh para petani. Walupun masih terdapat beberapa kekurangan dalam pembukuan, namun hal ini sudah menunjukkan bahwa kelompok tani sudah tumbuh kesadarannya untuk melakukan usaha pertanian dengan benar. 

Berikut adalah dokumentasi dari kegiatan tersebut.

Rumah Muhtarom anggota Kelompok Tani Sinar Musi di Areal Demoplot
Perkebunan Karet Terpadu

Rumah Supar anggota Kelompok Tani Sinar Musi di Areal Demoplot
Perkebunan Karet Terpadu

Rumah Senen anggota Kelompok Tani Sinar Musi di Areal Demoplot
Perkebunan Karet Terpadu

Rumah Suyanto anggota Kelompok Tani Sinar Musi di Areal Demoplot
Perkebunan Karet Terpadu

Rumah Wahono anggota Kelompok Tani Sinar Musi di Areal Demoplot
Perkebunan Karet Terpadu

Tanaman rumput gajah yang ditanam di Areal Demoplot
Perkebunan Karet Terpadu

Tanaman rumput gajah yang ditanam di Areal Demoplot
Perkebunan Karet Terpadu

Kondisi Percontohan Sapi Bali di Areal Demoplot
Perkebunan Karet Terpadu

Anggota Kelompok Tani sedang membersihkan kandang percontohan Sapi Bali
  di Areal Demoplot Perkebunan Karet Terpadu

Kotoran Sapi Bali dimanfaatkan untuk pupuk  di Areal Demoplot
Perkebunan Karet Terpadu

Kondisi Percontohan Sapi Bali di Areal Demoplot
Perkebunan Karet Terpadu
Kondisi Percontohan Sapi Bali di Areal Demoplot
Perkebunan Karet Terpadu

Kondisi Percontohan Sapi Bali di Areal Demoplot
Perkebunan Karet Terpadu
Hamparan Lahan Demoplot Perkebunan Karet Terpadu dengan tanaman
buah Semangka di sela-sela tanaman Karet

Kondisi tanaman karet yang mencapai tinggi 1 meter

Kondisi tanaman karet yang mencapai tinggi 0,75 meter

Kondisi tanaman karet yang mencapai tinggi 0,5 meter

Anggota Kelompok Tani sedang menyiangi rumput di areal
Demoplot Perkebunan Karet Terpadu
  
Tanaman semangka di lahan Demoplot Perkebunan Karet Terpadu
berusia sekitar 1 bulan

Tanaman semangka di lahan Demoplot Perkebunan Karet Terpadu
sudah mulai muncul bakal buah

Tanaman kacang tanah di lahan Demoplot Perkebunan Karet Terpadu

Tanaman kacang tanah di lahan Demoplot Perkebunan Karet Terpadu
sudah mulai berbunga

Tanaman sayuran pare di lahan Demoplot Perkebunan Karet Terpadu
sudah mulai dipanen

Tanaman sayuran gambas di lahan Demoplot Perkebunan Karet Terpadu
sudah mulai dipanen

Peralatan untuk membuat sumur bor oleh anggota kelompok tani

Peralatan untuk membuat sumur bor oleh anggota kelompok tani

Peralatan mata bor untuk membuat sumur bor yang dibuat sendiri
oleh anggota kelompok tani

Diskusi dan pengecekan pembukuan harian usaha pertanian kelompok tani










Selasa, 16 April 2013

PENUTUPAN KKN TEMATIK KEAKSARAAN DASAR DI DESA KARANGSARI KEC BANTUR KAB MALANG

Penutupan KKN Tematik Keaksaraan Dasar dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 12 April 2013. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, Tim KKN Tematik Keaksaraan Universitas Brawijaya, Peserta KKN, Tutor Lokal dan Perwakilan Warga Belajar Desa Karangsari Kec Bantur Kab Malang. 
KKN Tematik Keaksaraan Dasar yang telah dilaksanakan di Desa Karangsari Kec. Bantur Kab Malang diikuti oleh 6 orang mahasiswa dari Universitas Brawijaya, 8 orang  tutor lokal  dan 160 orang Warga Belajar di Desa Karangsari.


Pembukaan Acara oleh MC Mahasiswa Peserta KKN Tematik Keaksaraan  Dasar : Nuzulul Isvani

Peserta yang hadir dalam Acara Penutupan KKN Tematik Keaksaraan Dasar (Mahasiswa, Tutor Lokal, Perwakilan Warga Belajar dan Tokoh Masyarakat)  

Sambutan oleh Ketua Pelaksana KKN Tematik Keaksaraan Dasar : Ir Agus Tumulyadi, MP

Sambutan oleh Kepala Desa Karangsari: Bapak Samsul

Suasana acara Penutupan KKN Tematik Keaksaraan Dasar
Penyerahan secara simbolik sertifikat Warga Belajar dan Tutor dari Tim KKN  Tematik Keaksaraan Dasar kepada Kepala Desa

Penyerahan secara simbolik sertifikat Warga Belajar dan Tutor dari Kepala Desa kepada Perwakilah Tutor Lokal

Penyerahan secara simbolik sertikat warga belajar dari tutor kepada perwakilan warga belajar

Foto Bersama Kepala Desa, Peserta KKN, Tutor Lokal, Perwakilan Warga Belajar dan Tim KKN Tematik Keaksaraan Dasar Universitas Brawijaya


Jumat, 05 April 2013

KUNJUNGAN KE DEMOPLOT TANGGAL 5 APRIL 2013

Kunjungan ke Demoplot Perkebunan Karet Terpadu dilakukan untuk mengetahui perkembangan demoplot dan Kelompok Tani Sinar Musi. Kunjungan ini dilakukan bersama anggota GARDAMAS MURA. Aktifitas yang dilakukan para petani antara lain menjemur padi hasil panen di lahan demoplot, membersihkan kandang sapi.

Perkembangan tanaman karet sudah tumbuh tunas baru dan tinggi mencapai 1 meter. Tanaman yang saat ini dikembangkan petani di lahan Demoplot Perkebunan Karet Terpadu antara lain tanaman buah-buahan dan sayur-sayuran. Tanaman buah-buahan adalah semangka. Sedangkan tanaman sayuran antara lain kacang-kacangan, terong, gambas, cabai dan pare.

Perkembangan persontohan ternak sapi bali di Demoplot Perkebunan Karet Terpadu juga baik. Ini terlihat dari berat tubuh sapi yang semakin bertambah dari awal pemeliharaan. Terlihat aktifitas petani sedang membersihkan kandang sapi.

Tanaman padi yang dikembangkan di lahan Demoplot Perkebunan Karet Terpadu sudah ada yang di panen. Jenis padi yang ditanam adalah padi Dayang Rindu. Terlihat aktifitas petani sedang menjemur hasil panen di halaman rumahnya.

Berikut adalah dokumentasi kegiatan tersebut:

Petani sedang menjemur hasil panen padi gogo

Tanaman padi gogo yang sudah dipanen

Lahan padi gogo yang belum dipanen

Percontohan sapi bali

Kondisi percontohan ternak sapi bali

Aktifitas petani sedang membersihkan kandang sapi

Kondisi percontohan ternak sapi bali

Tanaman cabai yang baru ditanam di Lahan Demoplot (Lahan Muhtarom)

Kondisi tanaman cabai yang baru ditanam (Lahan Muhtarom)

Tanaman rumput gajah untuk pakan ternak

Bibit tanaman kakao/coklat

Kondisi tanaman kacang tanah yang baru ditanam  

Kondisi tanaman semangka yang berumur 1 minggu
Kondisi tanaman semangka yang baru berumur +/- 2 minggu

Tanaman Kacang panjang di lahan demoplot pekebunan karet terpadu


Tanaman pare di lahan demoplot pekebunan karet terpadu
Kondisi tanaman karet di lahan demoplot pekebunan karet terpadu


Kondisi tanaman karet di lahan demoplot pekebunan karet terpadu